Blog
Sejarah Negara Vatican City
Sejarah Negara Vatican City

Sejarah Negara Vatican City: Dari Awal Hingga Masa Kini

Negara Vatican City, yang dikenal sebagai negara terkecil di dunia, memiliki sejarah yang kaya dan unik. Negara ini terletak di bagian tengah kota Roma, Italia dan dikelilingi oleh tembok yang menjadikannya terpisah dari Italia. Sejarah Vatican City dimulai pada abad ke-4 ketika kaisar Konstantinus Agung memberikan tanah kepada Paus Silvester I sebagai hadiah dan tanah ini kemudian menjadi pusat gereja Katolik Roma. Seiring berjalannya waktu, wilayah ini terus berkembang dan pada tahun 756, Paus Stefanus II mendeklarasikan wilayah ini sebagai negara independen yang dikenal sebagai Negara Gereja. Namun, pada abad ke-19, wilayah ini semakin kecil karena wilayah sekitar semakin banyak yang diambil oleh Kerajaan Italia. Pada tahun 1929, setelah perjanjian Lateran, Negara Vatican City akhirnya dideklarasikan sebagai negara merdeka dengan dukungan dan pengakuan dari banyak negara di seluruh dunia.

Pada awal berdirinya, Negara Vatican City tidak memiliki banyak penduduk dan hanya terdiri dari para pendeta, biarawan, dan nona yang bekerja di Vatikan. Namun, seiring waktu berjalan, penduduk Negara Vatican City semakin bertambah. Pada tahun 2018, jumlah penduduknya diperkirakan sekitar 825 orang dan mayoritas dari mereka adalah warga negara Vatikan yang bekerja di Vatikan dan warga negara lain yang bekerja di sana sebagai diplomat atau pekerja resmi lainnya. Bahasa resmi yang digunakan di Negara Vatican City adalah Bahasa Latin dan Bahasa Italia. Selain itu, negara ini juga memiliki sistem monarki dengan Paus sebagai pemimpin dan kepala negara. Paus tidak hanya memimpin sebagai pemimpin spiritual Gereja Katolik, tetapi juga memiliki peran penting dalam pemerintahan Negara Vatican City.

Pembentukan Negara dan Peran Paus dalam Sejarah Vatican City

Pada awal abad ke-16, Negara Vatican City mengalami periode yang sulit dan mengalami banyak perubahan. Pada masa kekuasaan Paus Julius II, Negara Vatican City mengalami masa kejayaan dan banyak bangunan ikonik yang dibangun seperti Basilika St. Peter dan Kapel Sistina. Namun, pada abad ke-19, wilayah ini semakin kecil karena wilayah sekitar semakin banyak yang diambil oleh Kerajaan Italia. Selama periode ini, Paus menjadi tahanan di Vatikan dan kekuasaan tempat ini semakin berkurang. Namun, pada tahun 1929 setelah perjanjian Lateran, Paus Pius XI dan Benito Mussolini menandatangani perjanjian yang menyatakan bahwa Negara Vatican City adalah negara yang merdeka dan suci. Hal ini menandai kembalinya kekuasaan Paus dalam wilayah Vatikan dan memulai era baru bagi Negara Vatican City.

Peran Paus dalam sejarah Negara Vatican City sangatlah penting. Selain sebagai kepala Gereja Katolik yang dianggap sebagai pemimpin spiritual lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia, Paus juga bertindak sebagai kepala negara dan pemerintahan Negara Vatican City. Paus memiliki kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang sangat besar di negara ini. Paus juga memiliki kendali penuh atas keuangan dan kebijakan luar negeri negara ini. Selain itu, Paus juga bertanggung jawab atas pemilihan dan pengangkatan pejabat penting di Vatikan. Dengan peran dan kekuasaannya yang luas, Paus memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Vatican City selama berabad-abad.