Blog
Sejarah Negara Tuvalu
Sejarah Negara Tuvalu

Sejarah Awal Negara Tuvalu: Dari Pulau Terpencil Hingga Merdeka

Negara Tuvalu adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik dan terdiri dari sembilan pulau utama. Sejarah negara ini dimulai dari abad ke-16 ketika penjelajah Spanyol pertama kali menemukan kepulauan ini. Namun, Tuvalu tidak dikenal secara luas hingga abad ke-19 ketika Kapten Arent de Peyster dari Belanda memperkenalkannya kepada dunia Barat pada tahun 1819.

Pada awalnya, Tuvalu adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari sembilan kepulauan yang diperintah oleh raja yang disebut Ete. Namun, pada tahun 1892, Tuvalu mulai berada di bawah pengaruh Inggris setelah penerapan perjanjian perlindungan dengan Britania Raya. Selama masa penjajahan ini, Tuvalu tidak memiliki pemerintahan yang berdiri sendiri dan hanya berada di bawah kekuasaan Komisaris Residen yang ditunjuk oleh pemerintah Inggris.

Perjalanan Negara Tuvalu Menuju Pembentukan dan Kemandirian

Setelah berlangsungnya Perang Dunia II, Tuvalu mulai mengalami perubahan signifikan di bawah kekuasaan Inggris. Pada tahun 1974, pemerintah Inggris memberikan Tuvalu status sebagai sebuah wilayah yang diurus sendiri (self-governing). Ini menandakan langkah awal menuju kemerdekaan Tuvalu. Pada tahun yang sama, sebuah konstitusi baru ditetapkan dan parlemen baru dibentuk.

Pada tanggal 1 Oktober 1978, Tuvalu secara resmi meraih kemerdekaannya dari Britania Raya dan menjadi negara merdeka yang ke-189 di dunia. Negara ini mendapatkan keanggotaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000 dan juga menjadi anggota Persemakmuran Bangsa-Bangsa. Meskipun masih bergantung pada bantuan luar untuk membangun ekonominya, Tuvalu terus berusaha untuk meningkatkan kemandirian dan pertumbuhan ekonominya secara mandiri. Tuvalu juga telah menandatangani perjanjian untuk menjadi negara netral secara militer dan memiliki hubungan yang baik dengan negara lain di dunia. Sejarah panjang Tuvalu yang bermula dari pulau terpencil hingga menjadi negara merdeka yang diakui secara internasional adalah sebuah bukti kegigihan dan keteguhan bangsa ini dalam memperjuangkan kemerdekaannya.