Blog
Sejarah Negara Turkmenistan
Sejarah Negara Turkmenistan

Sejarah Awal Negara Turkmenistan

Negara Turkmenistan terletak di Asia Tengah dan merupakan salah satu negara yang kaya akan sejarah dan budaya yang beragam. Sejarah awal negara ini dimulai pada abad ke-4 SM, ketika wilayah tersebut dikuasai oleh kekaisaran Persia. Pada abad ke-7, wilayah ini kemudian dikuasai oleh bangsa Turk dan pada abad ke-11, wilayah ini menjadi bagian dari Kekaisaran Seljuk yang berbasis di Iran. Pada abad ke-14, wilayah ini dikuasai oleh Kekhanan Khorezm yang berpusat di wilayah Turkmenistan saat ini.

Pada abad ke-15, wilayah Turkmenistan dikendalikan oleh Dinasti Timurid yang didirikan oleh Tamerlane, seorang pemimpin militer yang terkenal dari Asia Tengah. Namun, pada abad ke-16, dinasti ini runtuh dan wilayah tersebut menjadi bagian dari Kekaisaran Persia Safawi. Pada abad ke-19, wilayah ini kemudian dikuasai oleh Kekhanan Bukhara dan Khiva, yang berbasis di Uzbekistan dan Turkmenistan saat ini. Pada awal abad ke-20, wilayah ini menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia dan dikenal sebagai Oblast Transcaspia.

Perkembangan dan Pemerintahan Negara Turkmenistan

Pada tahun 1924, wilayah tersebut resmi bergabung dengan Uni Soviet dan dikenal sebagai Republik Sosialis Soviet Turkmenistan. Selama periode ini, ekonomi dan infrastruktur negara ini berkembang pesat, terutama di sektor pertanian dan industri minyak. Namun, seperti negara-negara lain di Uni Soviet, Turkmenistan juga mengalami penderitaan selama masa Represi Stalin pada tahun 1930-an.

Pada tahun 1991, dengan runtuhnya Uni Soviet, Turkmenistan memproklamasikan kemerdekaannya dan menjadi negara yang merdeka. Negara ini kemudian mengadopsi sistem pemerintahan presidensial dan Saparmurat Niyazov menjadi presiden pertama Turkmenistan. Dia memimpin negara ini selama 21 tahun dan dikenal sebagai "Turkmenbashi" atau pemimpin Turkmen yang sangat otoriter. Sejak kematiannya pada tahun 2006, negara ini telah dipimpin oleh Gurbanguly Berdimuhamedow, yang juga terpilih secara demokratis. Saat ini, Turkmenistan masih menjadi negara yang otoriter, dengan kekuasaan terpusat pada presiden dan partai politik yang dominan. Namun, negara ini juga membangun hubungan yang kuat dengan negara-negara tetangga dan menjadi anggota PBB dan Organisasi Kerjasama Islam.