Blog
Sejarah Negara Nauru
Sejarah Negara Nauru

Latar Belakang Sejarah Nauru: Pulau Kecil yang Kaya akan Sumber Daya Alam

Nauru adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik bagian barat daya. Negara ini memiliki luas wilayah hanya sekitar 21 km?, menjadikannya sebagai salah satu negara terkecil di dunia. Namun, jangan salah sangka, Nauru merupakan pulau yang kaya akan sumber daya alam, terutama fosfat yang merupakan bahan baku utama pupuk.

Pada awalnya, Nauru dihuni oleh masyarakat asli yang dikenal sebagai orang Nauru atau Nauruan. Mereka hidup dengan berburu, memancing, dan bertani di lahan yang subur. Namun, pada tahun 1798, kapal Inggris yang dipimpin oleh John Fearn tiba di pulau ini dan memberikan nama "Pleasant Island". Kemudian, pada tahun 1888, Jerman membeli Nauru dari raja Nauru dan menjadikannya sebagai bawahannya. Hal ini memberikan awal dari penjajahan yang mengubah sejarah Nauru.

Perkembangan Sejarah Nauru: Dari Penjajahan Hingga Kemerdekaan

Setelah Jerman, Nauru kemudian menjadi bawahnaan Jepang selama Perang Dunia II. Namun, setelah kekalahan Jepang, Nauru menjadi wilayah penjajahan Australia yang dikenal sebagai "British Phosphate Commission". Selama puluhan tahun, Australia dan Selandia Baru mengelola cadangan fosfat di Nauru dan menghasilkan keuntungan yang besar.

Pada tahun 1968, Nauru mendapatkan kemerdekaannya dari Australia setelah mencapai kesepakatan untuk membagi keuntungan fosfat secara adil. Namun, kekayaan fosfat yang terus menipis dan konflik internal membuat Nauru mengalami krisis ekonomi yang serius. Akibatnya, negara ini mengalami banyak masalah, seperti pengangguran dan ketergantungan terhadap bantuan internasional. Namun, saat ini Nauru telah berupaya untuk mengembangkan sektor pariwisata dan sumber daya alam lainnya untuk mengatasi masalah tersebut.