Blog
Sejarah Negara Maladewa
Sejarah Negara Maladewa

Asal Usul dan Perkembangan Negara Maladewa

Negara Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia, sebelah barat daya India, dan terdiri dari 1192 pulau kecil yang tersebar dalam 26 atol. Negara ini terkenal dengan pantai berpasir putihnya, air laut yang jernih, dan keindahan alam bawah lautnya yang memikat. Namun, siapa sangka bahwa negeri ini memiliki sejarah yang begitu kaya.

Asal usul Negara Maladewa dapat ditelusuri dari legenda yang berasal dari abad ke-4 M, yaitu legenda Ra' Dhora Maari. Menurut legenda ini, Negara Maladewa awalnya adalah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu dan dikelilingi oleh 50 orang putri. Namun, kerajaan ini tidak berlangsung lama karena diserang oleh bangsa asing dan ratu pun harus melarikan diri ke sebuah atol yang kemudian dinamakan sebagai Mal?, ibu kota Maladewa saat ini.

Perkembangan Negara Maladewa dimulai pada abad ke-12 M ketika seorang raja bernama Koimala yang berasal dari India Selatan mendirikan Dinasti Koimala. Dinasti ini berhasil mempersatukan seluruh pulau-pulau kecil di Maladewa dan membentuk sebuah pemerintahan yang kuat. Namun, pada abad ke-16 M, Portugis datang dan menguasai Maladewa selama 15 tahun sebelum dikalahkan oleh Sultan Muhammad Thakurufaanu. Kemudian, pada abad ke-19 M, Maladewa menjadi protektorat Inggris dan baru meraih kemerdekaannya pada tahun 1965.

Keunikan Budaya dan Tradisi di Negara Maladewa

Budaya dan tradisi di Negara Maladewa sangat dipengaruhi oleh agama Islam yang dianut oleh sebagian besar penduduknya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masjid yang ada di setiap pulau dan kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Tetapi, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, mereka tetap mempertahankan adat dan tradisi lokal yang sudah ada sejak lama.

Salah satu tradisi yang unik di Negara Maladewa adalah tradisi menyantap hidangan di atas daun kelapa yang disebut sebagai "hunigondi". Hidangan ini terdiri dari nasi yang dilapisi dengan ikan atau sayuran yang dibakar di atas api. Selain itu, masyarakat Maladewa juga memiliki tradisi menyambut tamu dengan minuman khas yang disebut sebagai "kurumba", yang terbuat dari buah kelapa yang masih muda. Tradisi ini menunjukkan keramahan dan kehangatan masyarakat Maladewa terhadap tamu-tamunya.

Selain itu, tarian dan musik juga merupakan bagian dari budaya yang khas di Maladewa. Tarian tradisional yang sering ditampilkan adalah "Bodu Beru" yang menggunakan alat musik seperti drum dan rebana. Tarian ini sering dipertunjukkan pada acara-acara penting seperti pernikahan dan festival lokal. Musik tradisional di Maladewa juga terkenal dengan alat musik "tholi" yang terbuat dari bambu dan digunakan sebagai pengiring tarian. Keduanya merupakan bagian dari keunikan budaya dan tradisi di Negara Maladewa yang masih tetap dilestarikan hingga saat ini.