Blog
Sejarah Negara Ethiopia
Sejarah Negara Ethiopia

Latar Belakang Sejarah Negara Ethiopia

Negara Ethiopia merupakan salah satu negara yang kaya akan sejarah dan budaya di Afrika Timur. Terletak di kawasan yang dikenal sebagai "Horn of Africa", negara ini berbatasan dengan Eritrea di utara, Djibouti dan Somalia di timur, Sudan dan Selatan Sudan di barat, serta Kenya di selatan. Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 1,1 juta kilometer persegi dan populasi lebih dari 100 juta jiwa. Namun, sebelum menjadi negara yang kita kenal saat ini, Ethiopia telah melalui perjalanan panjang dan penuh warna dalam sejarahnya.

Sejarah awal Ethiopia bermula dari kerajaan-kerajaan kecil yang ada di wilayah ini sejak abad ke-2 SM. Pada abad ke-4 Masehi, Kerajaan Aksum menjadi kekuatan dominan dan memainkan peran penting dalam perdagangan di kawasan tersebut. Pada abad ke-7, agama Kristen Ortodoks mulai masuk ke Ethiopia dan menjadi agama utama di negara ini. Pada abad ke-16, Ethiopia mulai berkembang pesat di bawah pemerintahan Kekaisaran Abisinia. Namun, pada akhir abad ke-19, negara ini mengalami penjajahan oleh Italia yang berakhir pada tahun 1941 setelah Ethiopia berhasil merebut kembali kemerdekaannya.

Perjalanan Panjang Negara Ethiopia

Setelah merdeka dari penjajahan Italia, Ethiopia menjadi salah satu anggota pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945. Namun, negara ini mengalami periode ketidakstabilan politik pada tahun 1970-an yang berujung pada kudeta militer yang memunculkan pemerintahan komunis di bawah kepemimpinan Mengistu Haile Mariam. Pemerintahan ini dikenal dengan nama Derg dan diperkirakan telah menewaskan jutaan orang melalui kebijakan-kebijakan yang kejam.

Pada tahun 1991, pemerintahan Derg akhirnya jatuh dan diganti oleh pemerintahan transisi yang akhirnya mengembalikan kekuasaan politik kepada rakyat. Sejak saat itu, Ethiopia telah bertransformasi menjadi negara yang lebih terbuka dan demokratis. Pada tahun 2019, negara ini mencatat sejarah dengan menjadi negara Afrika pertama yang memiliki perdana menteri perempuan, Abiy Ahmed. Sejak itu, Ethiopia terus berusaha untuk memperkuat perekonomiannya dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Negara ini juga dikenal sebagai satu-satunya negara di Afrika yang tidak pernah dijajah oleh bangsa Eropa, yang merupakan kebanggaan tersendiri bagi rakyat Ethiopia.