Blog
Sejarah Negara Arab Saudi
Sejarah Negara Arab Saudi

Latar Belakang Sejarah Negara Arab Saudi

Sejarah Negara Arab Saudi dimulai pada abad ke-7 Masehi ketika Nabi Muhammad mendirikan agama Islam di kota Mekkah, yang saat itu merupakan pusat perdagangan dan ziarah penting bagi bangsa Arab. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada tahun 632 M, kepemimpinan di wilayah tersebut diambil alih oleh Abu Bakar, sahabat terdekat Nabi Muhammad. Kemudian, wilayah tersebut dikuasai oleh empat khalifah terakhir dari Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah.

Pada abad ke-15, wilayah Arab Saudi dikuasai oleh Dinasti Saud yang menganut ajaran Wahabi, sebuah aliran Islam yang sangat konservatif dan menentang praktik-praktik keagamaan yang diyakini bertentangan dengan ajaran Islam. Pada abad ke-18, Dinasti Saud bergabung dengan Muhammad bin Saud dan berhasil merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh Dinasti Utsmaniyah. Pada tahun 1932, Dinasti Saud memproklamasikan kerajaan pertama Arab Saudi dengan nama Kerajaan Hijaz dan Najd yang kemudian berganti nama menjadi Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1936.

Perkembangan dan Perubahan Sejarah Negara Arab Saudi

Sejak berdirinya pada tahun 1932, Kerajaan Arab Saudi telah mengalami banyak perkembangan dan perubahan signifikan. Pada tahun 1938, ditemukan cadangan minyak di wilayah timur laut negara tersebut, yang kemudian menjadi sumber pendapatan utama bagi negara ini. Pada tahun 1953, Raja Saud bin Abdul Aziz yang merupakan putra pendiri Kerajaan Arab Saudi, meninggal dunia dan digantikan oleh putra bungsunya, Raja Faisal bin Abdul Aziz.

Pada tahun 1960, Arab Saudi menjadi salah satu anggota pendiri Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), sebuah organisasi yang bertujuan untuk mengatur harga minyak di pasar global. Pada tahun 1979, terjadi serangan terhadap Masjidil Haram di kota Mekkah oleh sekelompok pemberontak yang menuntut penggulingan Dinasti Saud. Namun, pemberontakan ini berhasil ditumpas dan Dinasti Saud tetap memegang kekuasaan. Pada tahun 2005, Raja Abdullah bin Abdul Aziz naik tahta dan melakukan reformasi sosial dan ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara pada sektor minyak dan mendorong diversifikasi ekonomi. Hingga saat ini, Raja Salman bin Abdul Aziz merupakan kepala negara Arab Saudi yang memimpin dengan sistem monarki absolut.