Blog
Sejarah Kota Yamoussoukro
Sejarah Kota Yamoussoukro

Latar Belakang Sejarah Kota Yamoussoukro

Kota Yamoussoukro merupakan ibukota resmi dari negara Pantai Gading. Terletak di Distrik Yamoussoukro, kota ini memiliki luas wilayah sekitar 3.500 kilometer persegi dan penduduk sekitar 355.573 jiwa. Namun, sebenarnya kota ini memiliki sejarah yang cukup unik dan menarik untuk diungkap.

Sejarah Kota Yamoussoukro dimulai pada abad ke-12 saat suku Baul? menetap di wilayah ini. Namun, kota ini baru dikenal secara internasional pada abad ke-19 saat kolonial Prancis menduduki wilayah Pantai Gading. Pada tahun 1909, Yamoussoukro menjadi kota pelabuhan penting untuk perdagangan komoditas seperti kopi, kakao, dan minyak sawit. Namun, setelah kemerdekaan Pantai Gading pada tahun 1960, kota ini masih belum menjadi ibukota negara.

Perkembangan Kota Yamoussoukro Hingga Menjadi Ibukota

Pada tahun 1964, Presiden F?lix Houphou?t-Boigny memutuskan untuk mengubah status Kota Yamoussoukro menjadi ibukota negara Pantai Gading. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari kota Abidjan yang sudah semakin padat dan memungkinkan untuk pengembangan kota Yamoussoukro. Presiden Houphou?t-Boigny juga ingin mengembangkan kota ini sebagai pusat agama dan budaya dengan membangun Basilika Notre-Dame de la Paix yang merupakan salah satu gereja terbesar di dunia.

Pada tahun 1983, gedung parlemen dan kantor presiden dipindahkan ke Kota Yamoussoukro. Namun, proses pemindahan pusat pemerintahan berjalan secara bertahap dan Abidjan masih tetap menjadi pusat bisnis dan perdagangan negara. Meskipun demikian, perkembangan Kota Yamoussoukro sebagai ibukota terus berlanjut dengan pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung pemerintahan yang modern. Kini, kota ini merupakan pusat politik, ekonomi, dan budaya yang penting bagi negara Pantai Gading.

Pesan Penutup

Sejarah Kota Yamoussoukro yang panjang dan penuh perjuangan menunjukkan betapa pentingnya kota ini bagi negara Pantai Gading. Dengan perkembangan yang signifikan, kota ini kini menjadi salah satu kota terbesar dan termaju di negara tersebut. Selain menjadi ibukota, Kota Yamoussoukro juga memiliki potensi wisata yang menarik, terutama dengan keberadaan Basilika Notre-Dame de la Paix yang menjadi salah satu landmark kota ini. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat mengenai sejarah Kota Yamoussoukro.