Blog
Sejarah Kota Valletta
Sejarah Kota Valletta

Latar Belakang dan Penciptaan Sejarah Kota Valletta

Kota Valletta merupakan ibu kota negara kecil di Mediterania, yaitu Malta. Kota ini memiliki sejarah yang sangat kaya dan unik karena merupakan salah satu kota tertua di Eropa yang masih berdiri hingga saat ini. Sejarah kota ini bermula pada tahun 1565 ketika Ordo St. Yohanes menang melawan pasukan Kesultanan Utsmaniyah dalam Pertempuran Malta. Pada saat itu, Ordo St. Yohanes mempertahankan pulau Malta dari serangan yang dilancarkan oleh Kesultanan Utsmaniyah selama lebih dari tiga bulan. Setelah kemenangan mereka, Ordo St. Yohanes memutuskan untuk membangun sebuah kota baru yang akan menjadi markas mereka dan bernama Valletta, sebagai penghormatan kepada Grand Master Ordo St. Yohanes saat itu, yaitu Jean de Valette.

Valletta dirancang oleh seorang arsitek terkenal pada masanya, yaitu Francesco Laparelli, yang juga merupakan kepala insinyur militer Ordo St. Yohanes. Dengan bantuan dari arsitek lainnya, seperti Gerolamo Cassar dan Girolamo Genga, Valletta akhirnya selesai dibangun pada tahun 1571. Kota ini dengan cepat menjadi pusat perdagangan dan ekonomi yang penting di Mediterania, serta menjadi markas dari Ordo St. Yohanes yang berperan sebagai penjaga jalur perdagangan dari Timur ke Barat.

Perkembangan dan Warisan Sejarah Kota Valletta di Malta

Sebagai ibu kota Malta, Valletta telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan sepanjang sejarahnya. Selama kurun waktu penjajahan Inggris di Malta, Valletta menjadi salah satu pusat utama bagi aktivitas administratif, militer, dan ekonomi. Namun, hal ini juga menyebabkan kota ini menjadi salah satu target utama serangan selama Perang Dunia II. Pada tahun 1942, Valletta mengalami serangan berat dari Jerman dan mengalami kerusakan yang signifikan. Meskipun begitu, Valletta berhasil dipulihkan dan kini menjadi salah satu kota yang paling terawat di Eropa.

Berbagai bangunan dan monumen bersejarah di Valletta merupakan bukti dari warisan sejarah yang kaya dan beragam. Salah satu contohnya adalah Istana Grandmaster yang merupakan kediaman resmi dari Grand Master Ordo St. Yohanes. Bangunan ini merupakan contoh arsitektur Renaissance yang megah dan menjadi salah satu daya tarik utama bagi turis. Selain itu, terdapat juga Katedral St. John yang merupakan sebuah gereja katedral Katolik yang dibangun pada abad ke-16 dan merupakan salah satu gereja paling indah di dunia. Kota ini juga memiliki banyak museum yang menggambarkan sejarah, budaya, dan seni di Malta, seperti Museum Arkeologi Nasional dan Museum Katedral St. John.

Dengan sejarah yang panjang dan kaya, Valletta tidak hanya menjadi ibu kota Malta, tetapi juga menjadi pusat pariwisata dan warisan budaya yang penting bagi negara ini. Dengan berbagai bangunan bersejarah dan monumen yang masih terawat dengan baik, Valletta menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat menarik bagi para wisatawan yang ingin menelusuri sejarah dan budaya Mediterania.