Blog
Sejarah Kota Nur-Sultan
Sejarah Kota Nur-Sultan

Perkembangan Kota Nur-Sultan dari Masa ke Masa

Sejarah kota Nur-Sultan dimulai pada tahun 1830 ketika kota ini didirikan sebagai sebuah benteng militer oleh Kekaisaran Rusia. Pada saat itu, kota ini dikenal sebagai Akmolinsk dan berfungsi sebagai pusat perdagangan dan pertahanan di wilayah Kazakhstan. Pada tahun 1961, Akmolinsk menjadi ibu kota dari Republik Soviet Sosialis Kazakhstan setelah dipindahkan dari Almaty. Namun, pada tahun 1997, Presiden Nursultan Nazarbayev mengumumkan rencana untuk memindahkan ibu kota ke kota Akmola, yang kemudian berganti nama menjadi Astana. Setelah kematian Presiden Nazarbayev pada tahun 2019, kota ini resmi berganti nama menjadi Nur-Sultan sebagai penghormatan atas jasa beliau dalam membangun dan memajukan kota ini.

Perkembangan kota Nur-Sultan tidak lepas dari peran Presiden Nursultan Nazarbayev. Beliau memimpin pembangunan kota ini sejak awal rencana pemindahan ibu kota hingga saat ini. Berkat kebijakan-kebijakan yang diterapkan, kota ini mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada tahun 2008, Astana (sebelum berganti nama menjadi Nur-Sultan) dipilih sebagai tuan rumah untuk pertemuan World Expo, yang menjadi awal dari perubahan besar-besaran di kota ini. Pada tahun 2010, Astana juga dipilih sebagai tuan rumah Asian Games yang kedelapan belas. Pembangunan infrastruktur yang modern dan megah pun mulai dilakukan, seperti gedung-gedung pencakar langit, jembatan-jembatan yang unik, dan taman-taman yang indah.

Dengan adanya perubahan nama kota ini menjadi Nur-Sultan, beberapa perubahan juga terjadi dalam berbagai sektor. Kota ini semakin dikenal sebagai pusat bisnis dan keuangan di Kazakhstan, dengan banyaknya perusahaan besar yang membuka kantor di sini. Selain itu, Nur-Sultan juga dianggap sebagai salah satu kota terbersih dan teraman di Asia Tengah. Di bidang pendidikan, kota ini juga memiliki banyak universitas dan sekolah yang berkualitas, menarik banyak mahasiswa dari dalam dan luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa Nur-Sultan terus berkembang dan menjadi pusat perhatian di dunia internasional.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemindahan Ibu Kota ke Nur-Sultan

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan untuk memindahkan ibu kota ke Nur-Sultan. Salah satu faktor utamanya adalah lokasi geografis yang strategis. Terletak di tengah-tengah Kazakhstan, kota ini memiliki akses yang mudah ke daerah-daerah lain di negara ini. Selain itu, kota ini juga berada di dekat perbatasan Rusia dan memiliki koneksi yang baik dengan negara-negara lain di Asia Tengah.

Faktor lain yang mempengaruhi pemindahan ibu kota adalah pertimbangan politik dan ekonomi. Dengan memindahkan ibu kota ke kota yang baru dibangun, pemerintah Kazakhstan berharap untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan antara kota dan pedesaan. Selain itu, pemindahan ibu kota juga dapat mengurangi tekanan demografis di kota Almaty yang saat itu menjadi ibu kota, serta mendorong perkembangan kota-kota di Kazakhstan yang lain. Secara politik, pemindahan ibu kota juga dapat menunjukkan kekuatan dan kemajuan negara Kazakhstan di mata dunia.