Blog
Sejarah Kota Naypyidaw
Sejarah Kota Naypyidaw

Latar Belakang Pendirian Kota Naypyidaw

Kota Naypyidaw adalah ibu kota dari Myanmar atau yang dahulu dikenal sebagai Burma. Kota ini terletak di tengah-tengah negara itu, sekitar 320 kilometer dari Yangon yang merupakan ibu kota sebelumnya. Kota ini memiliki luas sekitar 7.054 kilometer persegi, menjadikannya sebagai salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Namun, sejarah pembangunan kota ini tidaklah biasa dan penuh kontroversi.

Kota ini didirikan oleh mantan militer Myanmar, Jenderal Than Shwe, pada tahun 2005. Keputusan untuk memindahkan ibu kota dari Yangon ke Naypyidaw diumumkan secara tiba-tiba dan tanpa konsultasi dengan masyarakat. Proses pemindahan ini dilakukan secara rahasia dan hanya diketahui oleh segelintir orang di pemerintahan. Hal ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Naypyidaw pada saat itu masih merupakan hutan belantara yang jarang dihuni oleh penduduk. Namun, pemerintah bersikeras untuk memindahkan ibu kota karena alasan strategis dan keamanan.

Perkembangan dan Ciri Khas Kota Naypyidaw

Proyek pembangunan kota Naypyidaw dimulai pada awal tahun 2006. Selama 5 tahun, ratusan ribu pekerja dikerahkan untuk membangun infrastruktur kota ini, termasuk jalan raya, jembatan, gedung pemerintahan, dan tempat-tempat wisata. Dengan biaya sekitar USD 4 miliar, kota ini akhirnya resmi diresmikan pada tahun 2012 dan menjadi pusat pemerintahan Myanmar.

Salah satu ciri khas yang membuat Kota Naypyidaw berbeda dengan ibu kota negara lain adalah desainnya yang sangat luas dan teratur. Kawasan pusat kota ini memiliki lebar sekitar 31 kilometer dan panjang 11 kilometer, dengan jarak sekitar 4 kilometer antara satu gedung pemerintahan dengan yang lainnya. Selain itu, kota ini juga memiliki banyak taman dan taman bermain yang luas, serta perumahan mewah yang dimiliki oleh pejabat pemerintah. Kota ini juga didesain dengan berbagai simbol dan monumen yang melambangkan kebanggaan dan sejarah Myanmar.

Kesimpulan

Meskipun kontroversial, Kota Naypyidaw telah menjadi simbol baru dari Myanmar yang semakin maju. Kota ini menjadi pusat pemerintahan yang penting dan menarik banyak wisatawan untuk mengunjunginya. Meskipun banyak yang mengkritik pemindahan ibu kota ini karena biaya yang sangat besar dan kurangnya keterlibatan masyarakat, pemerintahan baru di Myanmar tetap mempertahankan keputusan untuk menjadikan Naypyidaw sebagai ibu kota yang baru. Dengan perkembangan yang terus berlanjut, Kota Naypyidaw diharapkan akan menjadi salah satu kota yang modern dan maju di Asia Tenggara.