Blog
Sejarah Kota Budapest
Sejarah Kota Budapest

Sejarah Awal Kota Budapest: Dari Permukiman Keltik hingga Pendudukan Romawi

Kota Budapest adalah ibu kota Hungaria yang terletak di tepi Sungai Donau. Namanya berasal dari kata "Buda" yang berarti perbukitan di sisi barat sungai dan "Pest" yang merujuk pada daerah dataran rendah di sisi timur sungai. Kota ini memiliki sejarah panjang yang dimulai dari sekitar abad ke-1 SM, ketika wilayah ini masih didiami oleh suku Keltik. Pada saat itu, wilayah ini dikenal dengan nama Aquincum dan merupakan pusat perdagangan penting di wilayah tersebut.

Pada abad ke-1 M, wilayah yang sekarang menjadi Budapest direbut oleh Kekaisaran Romawi dan dijadikan sebagai pusat administratif dan militer. Kota ini terus berkembang dan menjadi salah satu kota terbesar di wilayah tersebut dengan dibangunnya berbagai bangunan seperti benteng dan jembatan. Namun, pada abad ke-5 M, kota ini jatuh ke tangan suku-suku barbar dan mengalami kemunduran yang cukup signifikan.

Setelah melewati masa kegelapan selama beberapa abad, wilayah Budapest akhirnya menjadi bagian dari Kekaisaran Austria pada abad ke-16. Pada saat itu, kota ini menjadi pusat perdagangan yang penting dan terus mengalami perkembangan ekonomi. Namun, pada abad ke-18, kota ini mengalami bencana besar akibat invasi bangsa Turki Utsmani yang mengakibatkan berkurangnya jumlah penduduk dan kerusakan bangunan. Pendudukan ini berlangsung hampir selama 150 tahun hingga akhirnya kota ini berhasil dibebaskan oleh pasukan Eropa pada akhir abad ke-17.

Masa Kejayaan dan Transformasi Kota Budapest di Era Kekaisaran Austria-Hongaria

Setelah berhasil dibebaskan dari pendudukan Turki Utsmani, kota Budapest mengalami masa kejayaan dan transformasi yang signifikan pada abad ke-19. Pada tahun 1867, Hongaria dan Austria membentuk Kekaisaran Austria-Hongaria yang menjadikan Budapest sebagai ibu kota resmi. Pada masa ini, kota ini menjadi pusat kebudayaan dan politik yang penting, serta mengalami perkembangan ekonomi yang pesat.

Pada masa kejayaannya, Budapest dikenal sebagai "Paris di Timur" karena keindahan arsitektur dan kekayaan budaya yang dimilikinya. Berbagai bangunan bergaya barok, neoklasik, dan Jugendstil (art nouveau) dibangun di kota ini, membuatnya menjadi salah satu kota paling indah di Eropa. Selain itu, kota ini juga menjadi pusat industri dan perdagangan yang penting, terutama dalam perdagangan gandum, anggur, dan tekstil. Hal ini membuat Budapest menjadi salah satu kota terkaya di Eropa pada saat itu.

Pada masa ini, Budapest juga mengalami perkembangan infrastruktur yang pesat, seperti dibangunnya sistem transportasi modern seperti jaringan kereta api bawah tanah dan jembatan-jembatan yang menghubungkan kedua sisi kota. Selain itu, universitas dan museum juga didirikan di kota ini, membuatnya menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan yang penting di Eropa. Masa kejayaan ini berlangsung hingga awal abad ke-20, sebelum akhirnya kota ini mengalami penurunan akibat Perang Dunia I dan II yang mengakibatkan banyak kerusakan di kota ini. Namun, kejayaan dan transformasi Budapest di era Kekaisaran Austria-Hongaria tetap menjadi salah satu bagian penting dari sejarah kota ini.