Blog
Sejarah Kota Brussels
Sejarah Kota Brussels

Perkembangan Awal Kota Brussels

Sejarah kota Brussels dimulai dari abad ke-6 Masehi, ketika kota ini masih merupakan sebuah desa kecil yang terletak di tepi Sungai Senne. Desa ini awalnya dikenal dengan nama Broeksel, yang berarti "rumah di hutan". Desa tersebut dahulu dihuni oleh suku Belgae, yang merupakan keturunan dari suku Celtic. Pada abad ke-10 Masehi, kota ini mulai berkembang menjadi sebuah pasar dan pusat perdagangan yang penting. Hal ini terjadi karena letaknya yang strategis di antara kota-kota lain di Eropa.

Pada abad ke-11, kota Brussels mulai menjadi pusat pemerintahan dan keagamaan setelah Adipati Lambert II membangun sebuah gereja di kota ini. Pada abad ke-13, kota ini resmi menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi Suci dan menjadi tempat tinggal para bangsawan dan pedagang yang kaya. Pada masa ini, Brussels juga menjadi pusat seni dan budaya, dengan adanya pendirian universitas dan peningkatan kegiatan seni lainnya.

Meskipun Brussels telah menjadi kota yang makmur dan penting sejak abad ke-13, namun ia masih harus melewati masa-masa sulit pada abad berikutnya. Pada abad ke-14, kota ini dihancurkan oleh tentara Prancis dan pada abad ke-15, terjadi kerusuhan yang merusak banyak bangunan di kota ini. Namun, Brussels selalu berhasil bangkit dan pada abad ke-16, ia menjadi salah satu kota terbesar dan paling penting di Eropa, dengan adanya peningkatan perdagangan dan industri yang pesat.

Transformasi Kota Brussels dalam Sejarah

Pada abad ke-19, Brussels mengalami transformasi besar-besaran yang membuatnya menjadi kota modern seperti yang kita kenal saat ini. Pada masa itu, kota ini menjadi ibu kota Belgia yang baru merdeka setelah memperoleh kemerdekaannya dari Belanda pada tahun 1830. Pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, stasiun kereta, dan bangunan-bangunan pemerintahan dilakukan untuk mendukung statusnya sebagai ibu kota.

Pada awal abad ke-20, Brussels menjadi salah satu dari sedikit kota di Eropa yang memiliki sistem transportasi bawah tanah. Hal ini membuatnya semakin maju dan modern, serta meningkatkan mobilitas penduduknya. Selama Perang Dunia II, kota ini diduduki oleh tentara Jerman dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun, setelah perang berakhir, Brussels berhasil membangun kembali dan terus tumbuh menjadi kota yang lebih maju dan kosmopolitan.

Kini, Brussels telah menjadi salah satu kota paling penting di Eropa, dengan menjadi pusat politik, ekonomi, dan budaya negara Belgia. Kota ini juga menjadi markas besar Uni Eropa dan NATO, serta menjadi tujuan wisata yang populer bagi wisatawan dari seluruh dunia. Dengan sejarahnya yang panjang dan beragam, Brussels terus berkembang dan mempertahankan keunikan dan keindahan yang dimilikinya.