Blog
Sejarah Kota Addis Ababa
Sejarah Kota Addis Ababa

Sejarah Perkembangan Kota Addis Ababa: Dari Permukiman ke Ibukota Modern

Kota Addis Ababa, juga dikenal sebagai "New Flower" dalam bahasa Ethiopia, merupakan ibukota resmi dan terbesar di Ethiopia. Namun, tidak banyak yang tahu tentang sejarah perkembangan kota ini. Pada awalnya, kota ini hanya sebuah permukiman kecil yang terletak di dataran tinggi Ethiopia yang kaya akan sumber daya alam. Pada abad ke-19, para pemimpin Ethiopia memutuskan untuk membangun sebuah ibukota baru yang dapat menunjukkan kekuatan negara ini. Inilah awal dari sejarah perkembangan kota Addis Ababa.

Kota ini mulai dikembangkan secara resmi pada tahun 1887 oleh Kaisar Menelik II dari dinasti Abyssinia. Beliau memilih lokasi ini karena memiliki sumber air yang melimpah dan berada di tengah-tengah wilayah yang lebih strategis untuk perdagangan. Pada tahun 1889, Menelik II memindahkan ibukota dari kota sebelumnya, Entoto, ke Addis Ababa. Sejak saat itu, kota ini terus berkembang pesat, dengan dibangunnya infrastruktur seperti jalan raya, stasiun kereta api, dan bangunan-bangunan pemerintahan. Pada tahun 1908, Addis Ababa resmi menjadi ibukota Ethiopia dan terus tumbuh menjadi kota modern yang kita kenal saat ini.

Transformasi Kota Addis Ababa: Dari Kerajaan Abyssinia ke Pusat Politik dan Ekonomi Afrika

Seiring dengan perkembangan infrastruktur dan pemerintahan, kota Addis Ababa juga mengalami transformasi secara politik dan ekonomi. Pada tahun 1930, Kaisar Haile Selassie, yang merupakan cucu dari Menelik II, memerintah Ethiopia dan menjadikan Addis Ababa sebagai pusat politik dan ekonomi negara. Pada masa pemerintahannya, kota ini menjadi tuan rumah bagi berbagai konferensi dan pertemuan internasional, termasuk Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa Afrika (OAU) yang sekarang dikenal sebagai Uni Afrika.

Selain itu, Addis Ababa juga menjadi kota yang penting dalam sejarah Afrika karena menjadi tempat perlawanan terhadap kolonialisme dan penjajahan. Pada tahun 1963, pemimpin Afrika dari 32 negara berkumpul di Addis Ababa untuk mendirikan OAU dan memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan benua Afrika. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan status kota sebagai pusat politik dan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap identitas dan kesatuan bangsa Ethiopia.

Kota Addis Ababa terus berkembang dan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan budaya di Afrika. Berbagai bangunan modern dan landmark, seperti Menara Meskel, Menara Jam Meskel, dan Gereja Meskel, menjadi ikon kota ini yang menggambarkan perjalanan sejarahnya. Dengan keberagaman budaya, kekayaan alam, dan kedudukan strategis sebagai ibukota Ethiopia, Addis Ababa terus menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi dan menjadi saksi penting dalam sejarah benua Afrika.