Blog
Queen Victoria: The Longest-Reigning Monarch
Queen Victoria: The Longest-Reigning Monarch

Sejarah Queen Victoria: Monarki Terlama dalam Sejarah

Queen Victoria adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Inggris. Beliau memerintah selama 63 tahun, 7 bulan, dan 2 hari, menjadikannya sebagai monarki terlama dalam sejarah Inggris. Ia juga dikenal sebagai Ratu Inggris dan Irlandia dari tahun 1837 hingga 1901, serta sebagai Kaisar India dari tahun 1876 hingga 1901. Selama masa kekuasaannya yang panjang, Ratu Victoria mengalami banyak perubahan politik, sosial, dan budaya yang signifikan di Inggris dan di seluruh dunia.

Ratu Victoria lahir pada tanggal 24 Mei 1819 di Kensington Palace, London. Ayahnya adalah Pangeran Edward, Adipati Kent, yang merupakan putra keempat Raja George III dan ibunya adalah Victoria dari Saxe-Coburg-Saalfeld. Ia dibesarkan dalam suasana yang sangat teratur dan religius, dengan pendidikan yang kuat dan menekankan pada disiplin yang ketat. Namun, kehidupannya berubah secara dramatis ketika pada usia 18 tahun, ia diangkat sebagai Ratu setelah kematian pamandanya, Raja William IV. Ia menjadi penguasa termuda dalam sejarah Inggris pada saat itu dan namanya segera diabadikan sebagai "Era Victoria".

Kehidupan dan Prestasi Ratu Victoria sebagai Penguasa Inggris

Sebagai penguasa Inggris yang terkenal, Ratu Victoria dianggap sebagai pelopor baru dalam monarki Inggris. Ia memperkenalkan banyak kebijakan baru dan mencoba untuk mengubah budaya dan tradisi yang sudah ada. Salah satu kebijakan paling terkenal yang diperkenalkan oleh Ratu Victoria adalah undang-undang yang melarang perbudakan di seluruh kerajaan Inggris pada tahun 1833. Ia juga memperjuangkan hak-hak perempuan dan mendukung gerakan feminis, walaupun pada saat itu perempuan masih dianggap sebagai masyarakat kelas kedua.

Selain itu, Ratu Victoria juga berperan dalam memperkuat hubungan Inggris dengan negara-negara lain, terutama dengan koloni-koloni Inggris di seluruh dunia. Ia memiliki tujuh anak yang menjadi ikatan pernikahan kerajaan di seluruh Eropa dan membuat Inggris menjadi lebih berpengaruh secara politik dan ekonomi. Pada akhir masa kekuasaannya, Inggris telah menjadi kekuatan yang kuat dan berpengaruh di dunia.

Warisan Ratu Victoria

Setelah meninggal pada tahun 1901, warisan Ratu Victoria secara luas dihormati dan diingat oleh rakyat Inggris dan di seluruh dunia. Selain sebagai monarki terlama dalam sejarah Inggris, ia juga menjadi lambang dari zaman kemakmuran dan stabilitas di Inggris. Selama masa kekuasaannya, Inggris melihat kemajuan yang signifikan dalam bidang industri, teknologi, dan seni. Karena itu, era kekuasaan Ratu Victoria sering disebut sebagai "Era Victoria" yang dianggap sebagai masa keemasan Inggris.

Hingga saat ini, Ratu Victoria tetap dikenang sebagai salah satu penguasa yang paling berpengaruh dan paling dicintai di Inggris. Warisannya terus dirasakan dan diperingati dalam berbagai bentuk, termasuk dalam nama jalan, monumen, dan bahkan dalam istilah-istilah yang masih digunakan dalam bahasa Inggris modern. Kehadirannya sebagai ratu telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah Inggris dan membuatnya menjadi sosok yang tak terlupakan dalam dunia monarki.