Blog
Budaya Kota Nur-Sultan
Budaya Kota Nur-Sultan

Sejarah dan Perkembangan Budaya Kota Nur-Sultan

Kota Nur-Sultan, yang sebelumnya dikenal dengan nama Astana, adalah ibu kota Republik Kazakhstan yang terletak di Asia Tengah. Kota ini didirikan pada tahun 1830 oleh seorang penggembala bernama Ablai Khan dan terletak di tepi sungai Ishim. Namun, baru pada tahun 1997, kota ini dipilih sebagai ibu kota baru yang menggantikan Almaty. Perubahan nama dari Astana menjadi Nur-Sultan, diumumkan oleh Presiden Nursultan Nazarbayev pada tanggal 21 Maret 2019 sebagai penghormatan terhadap jasa-jasa mantan presiden tersebut.

Perkembangan budaya di Kota Nur-Sultan dapat dikatakan relatif baru, karena kota ini masih tergolong muda jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Kazakhstan. Namun, dengan semangat untuk membangun kota yang modern dan maju, pemerintah Kota Nur-Sultan telah membangun berbagai fasilitas seni dan budaya seperti teater, museum, dan galeri seni. Selain itu, kota ini juga menjadi tuan rumah berbagai festival budaya seperti Festival Musim Panas Astana, Festival Musim Dingin Astana, dan Festival Film Eurasia. Semua ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkaya dan melestarikan budaya di kota ini.

Ragam Tradisi dan Peninggalan Budaya Kota Nur-Sultan

Kota Nur-Sultan memiliki beragam budaya dan tradisi yang tercermin dari berbagai peninggalan sejarahnya. Salah satu yang paling terkenal adalah Menara Bayterek, sebuah menara setinggi 105 meter yang menjadi simbol modernitas dan kemajuan kota ini. Selain itu, ada juga Istana Rakyat, sebuah kompleks bangunan yang menjadi tempat kediaman Presiden Kazakhstan dan menjadi salah satu objek wisata yang populer. Selain bangunan-bangunan ikonik tersebut, ada juga berbagai monumen dan tugu peringatan yang menggambarkan sejarah dan budaya Kazakhstan.

Selain bangunan-bangunan bersejarah, Kota Nur-Sultan juga memiliki beragam tradisi dan kegiatan budaya yang dilestarikan oleh penduduknya. Misalnya, tradisi berburu dengan elang yang masih dilestarikan oleh suku Kazakh yang tinggal di kawasan pegunungan di sekitar kota. Selain itu, ada juga tradisi memasak dan menyajikan makanan khas Kazakhstan seperti Beshbarmak, sebuah hidangan yang terdiri dari daging, sayuran, dan mie yang disajikan dalam sajian besar untuk bersantap bersama-sama. Semua ini menunjukkan keanekaragaman budaya yang ada di Kota Nur-Sultan dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mengunjungi kota ini.